Daftar Isi
PROLOG
Daftar Isi
FIRST
Anton R. Pardede
Editor-in-Chief
Pembaca yang terhormat,
Baru-baru ini saya dirundung rasa
penasaran yang mengakibatkan saya
melakukan hal yang cukup menyenangkan. Begini kisahnya: saya
mencoba menyalin mentah-mentah
seluruh isi DVD film “Bourne Supremacy”, yang baru saya tonton di
notebook, ke harddisk. Aneh tapi
nyata, ketika file hasil penyalinan
tersebut dicoba diputar ternyata
sama sekali tidak berjalan normal.
Uh, ternyata saya sudah lama tidak
mengikuti perkembangan teknologi
DVD. Saya baru menyadari bahwa
DVD film tersebut telah diproteksi
dengan teknologi khusus.
Rasa penasaran saya, yang niat
awalnya hanya ingin menonton,
akhirnya membawa saya sampai ke
urusan mengonversi film DVD sebesar
4 GB ke dalam format AVI (XviD) yang
hanya sebesar 600 MB lengkap dengan
format layar lebar dan pilihan subtitle. Uniknya, semua tool yang saya
dapatkan, mulai dari XviD encoder,
SmartRipper, VirtualDub, VobSub,
sampai DGMPGDec merupakan produk open source. Luar biasa!
Keingintahuan saya selama ini
untuk urusan konversi DVD ke AVI
akhirnya terlampiaskan tanpa sengaja...dan GRATIS!
Ini baru bicara soal konversi film
yang merupakan hobi. BUMN dan
institusi pemerintahan pun bisa
memanfaatkan open source untuk
melakukan penghematan uang rakyat. Hal ini hanya soal niat dan
kemauan, dan PC Media dengan senang hati akan mendukungnya.
BIZTECH
Tema Bulan Ini .......................................................... 8
Inbox ....................................................................... 12
Top News ................................................................. 14
Security ................................................................... 16
New Software ......................................................... 18
New Hardware ........................................................ 20
New Accessories ...................................................... 21
Game Lokal Mutu Internasional .............................. 70
KNOW-HOW
HARDWARE TEST
Ants MP3 Player 256 MB ......................................... 26
Apple IPod Mini ....................................................... 27
Creative ZEN ............................................................ 28
iPod Shuffle A512 .................................................... 30
Jbox JB920 .............................................................. 32
Leadtek My Melody ................................................. 33
Membagi Jaringan dengan Subnetting .................. 74
Wide Area Network, Jalur Panjang Data Anda ........ 78
VPN: Komunikasi Data Pribadi Tanpa Batas ............ 84
Linux: Sebelum Instalasi ......................................... 88
Antara SCSI dan ATA ................................................ 92
E-ink, Teknologi Pengganti Media Cetak ................ 96
Seputar Game Console ............................................ 99
Service Windows ................................................... 102
WORKSHOP
MSI MEGA PLAYER 516 ............................................ 34
MSI MEGA PLAYER 521 ............................................ 36
Nexus MP3 Player ................................................... 38
Sign Si-288 .............................................................. 40
Umax Vega 107 ....................................................... 42
X-Micro Eva MP3 Player .......................................... 44
PCM VanGuard VGD-1000 ....................................... 45
ECS 915P-A .............................................................. 46
ECS PF4 Extreme ..................................................... 47
ASUS Extreme 6600GT PCIex ................................... 48
Galaxy Glacier 6600GT ............................................ 49
HIS Excalibur X300 PCIex ......................................... 50
Triplex Para-souls TAX300 LE ................................... 51
Artic Cooling Freezer ............................................... 52
Samurai Rev.B ......................................................... 53
Canon EOS 350D ...................................................... 54
Fujifilm FinePix E550 ............................................... 55
Toshiba Satellite M40 .............................................. 56
Terminologi ............................................................. 58
TOP 50 ..................................................................... 60
Efek Emboss pada Foto ......................................... 106
Amankan E-mail dengan
Thunderbird dan Enigmail .................................... 108
Merekam Suara ..................................................... 110
Menginstalasi Printer pada KDE ........................... 112
Membuat Relationship pada Database ................. 114
Membuat Template Desain Sendiri ....................... 116
GAME TEST & WALKTHROUGH
Empire Earth II ...................................................... 118
Psychonauts .......................................................... 119
Brothers in Arms: Road to Hill 30 .......................... 120
ON THE CD
New Freeware ....................................................... 126
Free Games ............................................................ 134
New Movie Trailers ................................................ 136
SUPER PROMO
Super Promo ......................................................... 138
Pemenang Super Promo ....................................... 144
PC MARKET
PC Market .............................................................. 145
SOFTWARE TEST
CQPhone 2.4 ............................................................ 62
Skype 1.2.0.48 ........................................................ 63
anton.pardede@pcmedia.co.id
COVER STORY
15 Software Open Source Terbaik! .......................... 64
6
PC Media, 07/2005
REGULAR
Prolog ........................................................................ 6
Rhenald Kasali ........................................................ 24
Zatni Arbi ................................................................ 25
Next Issue .............................................................. 162
FIRST
TEMA BULAN INI
Migrasi atau Beli Lisensi?
Sweeping menjadi senjata pembungkam bisnis warung Internet.
Ribuan orang bersiap-siap menjadi pengangguran. Migrasi atau beli lisensi?
Ahmad Suwandi
E-mail yang di-forward Onno W. Purbo
ke berbagai milis itu membuka puncak
sebuah gunung es. Subjek e-mail-nya
sangat menyentuh, “Kuburan Warung
Internet di Depok.”
Banyak warung Internet (warnet)
yang tutup, sejak merebaknya isu
sweeping pada pelaku penggunaan software bajakan. Di Jakarta, Depok,
Bandung, Malang, dan Jogjakarta, yang
dikenal sebagai basis berkembangnya
warnet, telah menjadi kuburan warnet.
Ditutupnya banyak warnet ini, tentu
saja, mengakibatkan banyak kerugian.
Dari sisi tenaga kerja saja, jika satu
warnet memiliki 2 operator, dan
terdapat 800 warnet yang tutup di Jawa
saja, setidaknya 1.600 orang bisa
dipastikan kehilangan pekerjaannya.
Tak pelak lagi, nama Business Software Alliance (BSA) mencuat. Seiring
dengan meningkatnya request migrasi
Agung S. Nugroho, pengusaha warnet yang
memutuskan membeli lisensi Windows.
8
ke operating system yang lebih ramah
untuk kantong investor. Apalagi BSA,
aliansi industri software antipembajakan, menawarkan hadiah uang bagi
individu yang melaporkan penggunaan
software bajakan di kantornya.
Business Software Alliance sendiri
beranggotakan nama-nama besar seperti
Adobe, Borland, Macromedia, hingga
Microsoft. Organisasi ini dikenal agresif
dalam menegakkan hak atas kekayaan
intelektual dan melawan pembajakan
software.
EULA
Suasana muram yang dirasakan oleh
kalangan pengusaha warung Internet
segera direspon oleh Asosiasi Warung
Internet Indonesia (AWARI). Pertengahan April tahun ini, terjadi
pertemuan antara AWARI dan Microsoft
Indonesia.
Salah satu hasil yang dicapai adalah
penambahan End User License Agreement (EULA) berupa “A Rental Agreement for Internet Cafe”. Agreement ini
merupakan EULA untuk semua produk
Microsoft yang telah dibeli secara resmi
dan digunakan untuk warnet.
Setiap warnet yang telah membeli
software Microsoft resmi, dapat mengajukan agreement ini melalui AWARI
maupun ke Microsoft Indonesia. Agreement ini juga berlaku bagi pihak lain
yang sifatnya menyewakan layanan
berbasis produk Microsoft.
Menurut Microsoft Indonesia, yang
diwakili Anti Sutarman, mengatakan
bahwa sebenarnya harga lisensi Microsoft Windows yang diberikan kepada
warung Internet, sama dengan harga di
pasar. Namun kini Internet Cafe memiliki
hak untuk menyewakan computer yang
telah diinstal software asli Microsoft
PC Media, 07/2005
kepada pihak lain dengan menandatangani Microsoft Service Agreement
for Internet Cafe. Hal ini berlaku bagi
semua warung Internet yang memberikan jasa penyewaannya di Indonesia.
Pengurusan agreement tambahan itu
sendiri sangat sederhana. Pihak warung
Internet tinggal mengirimkan dokumen
yang sudah diisi lengkap ke vendor
Microsoft yang ditunjuk. Kemudian
biaya dan proses approval-nya ke
Singapura sepenuhnya ditanggung oleh
Microsoft Indonesia.
Selain itu, hasil pertemuan juga
menyepakati adanya harga khusus lisensi
untuk warnet. Namun, bagi kebanyakan
warnet, solusi ini masih saja menyisakan
masalah lain. Yakni masih mahalnya
lisensi Windows.
EULA sendiri dirasakan sebagai
momok yang mengancam dan menjebak.
Selain adanya klausul yang melarang
penyewaan produk, ada beberapa pasal
dalam EULA yang juga semestinya
menjadi perhatian.
Misalnya, dalam EULA Windows XP
Professional Edition menyebutkan
bahwa produk itu hanya boleh digunakan oleh dua processor di saat yang
sama di unit yang sama.
Namun, tenang, EULA juga menjamin
Anda boleh mengembalikan ke tempat
pembelian dan mendapatkan kembali
uang Anda, apabila tidak setuju dengan
EULA ini.
Kekhawatiran kalangan pengusaha
warung Internet mengenai range waktu
sebuah lisensi yang terbatas, tampaknya
tidak terbukti. Microsoft Indonesia
menjamin bahwa lisensi berlaku seumur
hidup, sepanjang pengguna masih terus
menggunakannya dan tidak berniat
menggantinya dengan versi terbaru.
TEMA BULAN INI
Namun, lisensi ini memang berbeda
dengan lisensi OEM (Original Equipment
Manufacturer) yang sifatnya tidak transferable atau tidak bisa dialihkan dari PC
lama ke PC baru.
Dilema Warung Internet
Ada dua pilihan yang mengemuka dalam
pembahasan soal isu software bajakan
yang digunakan oleh warnet. Satu kubu
bersikukuh migrasi total ke sistem
operasi open source, sedangkan kubu
satunya membeli lisensi Windows.
Harga XP Home Edition untuk satu
PC, berkisar US$84. Sedangkan XP
Profesional seharga sekitar US$156. Atau
jika mau lebih murah, warnet bisa saja
membeli lisensi Windows XP Starter
Edition seharga US$42. Windows murah
ini dibatasi hanya bisa digunakan
membuka tiga program, masing-wasing
tiga window.
Lalu, apakah dengan harga komputer
rakitan senilai Rp2 hingga Rp3 juta,
pembelian lisensi masuk akal? Sebab,
lisensi Windows belum termasuk biaya
lisensi aplikasi lain. Misalnya Office.
Untuk sebuah PC, setidaknya dibu-
APLIKASI UNTUK WARNET
Fungsi
Office
Messenger
Windows
Office – Word
Office - Excel
Office – PowerPoint
Corel Draw
Microsoft Visio
Microsoft Project
Yahoo! Messenger
PDF Reader
Acrobat Reader
Browser
E-mail Client
Internet Explorer
Microsoft Outlook
File Manager
Windows Explorer
Download manager
IRC
Graphics
Sound
Video
Programming
Download Accelerator Pro
mIRC
Adobe Photoshop
Corel Draw
ACD See
3D Marks
Adobe InDesign
Winamp
Windows Media Player
Visual Basic
Firewall
Mail Server
ASP
Zone Alarm
Microsoft Exchange
Proxy Server
CD Burning
FTP Client
WinGate
Nero
Ws-FTP
Linux
OpenOffice - Writer
OpenOffice – Calc
OpenOffice – Impress
OpenOffice – Draw
Dia
Imendio, Planner
Yahoo! Messenger
Gaim
Xpdf
Acrobat Reader for Linux
Firefox
Kmail
Evolution
Mozilla Thunderbird
Nautilus
MC
Prozilla, Wget
Xchat
GIMP
Inkscape
Gthumb
Blender
Scribus
XMMS
Mplayer
QT Designer
Glade
Boa Constructor
PHP
IP Tables, Shorewall
Postfix
Qmail
Squid
K3B
GFTP
Kbear
Catatan: Nama aplikasi di atas hanya ilustrasi belaka, yang banyak digunakan oleh user di Indonesia. Masih banyak aplikasi lain
yang sejenis.
PC Media, 07/2005
FIRST
tuhkan Rp3 hingga Rp4 juta, hanya
untuk lisensi saja.
Tentu, jika dituruti, investasi pendirian warnet bisa melonjak dua kali
lipat. Dan ujung-ujungnya, konsumen
juga yang dirugikan karena harus
membayar biaya sewa di warnet yang
lebih mahal dari sebelumnya.
Dalam jangka panjang, seperti
diungkapkan oleh Judith MS Lubis dalam
sebuah kesempatan, masyarakat akan
kehilangan hak memperoleh informasi
dengan cepat, tepat dan nyaman.
Cukup sudah kita memikirkan masalah. Saatnya sekarang mencari solusi
terbaik. Solusi sederhana, yakni
membeli lisensi Windows, banyak dilirik
oleh pengusaha warung Internet. Salah
satunya seperti yang dilakukan oleh
Agung Setyo Nugroho, pengusaha
warung Internet dari Malang.
Agung memutuskan untuk membeli
lisensi Windows yang diperolehnya
dengan harga US$76. Dengan 30
komputer client yang ada di warnetnya, Agung membeli 32 buah lisensi.
Bagaimana dengan aplikasi lainnya?
Apakah sudah termasuk dalam biaya
pembelian US$76 itu? Agung menggunakan freeware agar sedikit mengirit.
Misalnya untuk Office yang digunakan
adalah Open Office.org. Selain itu,
Agung memilih menggunakan Linux
sebagai paltform server di warnetnya.
Selain gratis, kestabilan dan kenyamanannya masih di atas Windows.
Alasan utama Agung melakukan
pembelian lisensi, adalah core business
yang dijalankan bukan hanya warnet,
namun juga game online. Sebuah
keluhan yang banyak diutarakan
pebisnis warnet. Game online hanya bisa
berjalan maksimal pada Windows.
Namun, menurut Agung, tantangan
terbesarnya bukan membeli lisensi
dengan harga mahal. Tetapi, bagaimana
membahasakan kenaikan harga dengan
baik sehingga user mengerti.
Berdasarkan perhitungan Agung,
dibutuhkan kenaikan biaya sewa, antara
Rp350 hingga Rp500 tiap jam, agara biaya
investasi pembelian lisensi bisa tertutup
dalam waktu dua bulan.
Tentu saja, sambungnya, kenaikan
harga ini tergantung pada tingkat
okupansi dan jumlah pengunjung.
9
FIRST
Migrasi
Migrasi operating system, beserta
aplikasi di dalamnya, dari Windows ke
Linux, ada beberapa macam. Pertama,
integrasi Windows dan Linux.
Perkawinan kedua operating system
ini sangat mungkin. Bahkan, tanpa kita
sadari, saat browsing menggunakan
Internet Explorer di Windows XP untuk
membuka situs yang ada di server
berbasis Linux, kita sudah mengawinkan
Windows dan Linux.
Pada warung Internet atau Local Area
Network (LAN) lainnya, perpaduan Windows dan Linux bisa berupa thin client. Thin client sendiri merupakan
sebuah implementasi jaringan yang
memungkinkan client untuk menjalankan Windows di server.
Sehingga, biaya lisensi hanya dikenakan pada operating system dan
aplikasi di server saja. Client harus diinstal Linux. Bisa distro apa saja, tinggal
pilih sesuai selera. Bedanya, di sisi client harus ditambah aplikasi rdesktop.
TEMA BULAN INI
Kedua, migrasi total. Jelas, migrasi
total ini akan menghapus semua operating system Windows dalam sebuah
warnet. Lengkap beserta semua aplikasi
di dalamnya.
Sebenarnya, banyak aplikasi freeware atau open source yang identik
dengan aplikasi berbayar. Beberapa software banyak memproduksi dua buah
versi, versi Windows dan Linux, untuk
sebuah aplikasi yang sama. Misalnya
Yahoo! Messenger, Adobe Acrobat, dan
lain sebagainya. (Baca boks: Daftar
Aplikasi untuk Warnet).
Dukungan Pemerintah
Hal terakhir yang seringkali luput adalah
perhatian pemerintah dalam industri
warnet. Dulu, pernah pemerintah
melalui Keputusan Bersama Tiga Menteri, berupaya mewujudkan penggunaan open source untuk institusi
pemerintah dan pendidikan. Kampanye
bertema Indonesia Go Open Source
(IGOS) pun berkumandang.
Entah, angin apa yang bertiup,
beberapa saat setelah IGOS, kejutan
muncul. Kementrian Komunikasi dan
Informasi malah menggandeng Microsoft
sebagai konsultan. Padahal, di saat yang
hampir bersamaan, Kantor Menteri
Riset dan Teknologi sedang mempersiapkan sebuah distro khusus untuk
warnet.
Pertemuan Presiden Yudhoyono
dengan Bill Gates beberapa waktu lalu
di Amerika, dikabarkan juga membahas
masalah lisensi operating system Windows di Indonesia.
Apapun juga yang dilakukan pemerintah, tampaknya keputusan harus
dilakukan oleh kalangan warung Internet sendiri. Migrasi bagus, beli lisensi
juga tidak jelek.
Masalahnya hanya satu, jangan
sampai semua badai ini menjadi sekat
arus informasi yang murah dan mudah
untuk rakyat.
Pada saat itulah, pemerintah sepertinya harus lebih berperan.
SEKILAS WINE
Untuk menjalankan
aplikasi Windows di
Linux, dibutuhkan sebuah paket aplikasi.
Paket aplikasi ini berfungsi sebagai emulator.
Ada beberapa emulator
yang ada di Linux. Misalnya
Dosemu untuk DOS emulator,
ada juga Vmware, sebuah mesin virtual mesin untuk bisa menjalankan
sistem operasi Windows di atas Linux.
Mirip dengan Vmware, ada BOCHS.
Selain itu, ada juga produk komersial
yang disebut Crossover Office serta
cedega yang khusus menjalankan
game. Dan Windows emulator terakhir
yang banyak dikenal orang adalah
Wine.
Wine yang ini, dijamin tidak memabukkan. Sebab, Wine yang ini adalah
sebuah aplikasi yang memungkinkan
para pengguna Linux menjalankan
aplikasi Windows di operating system
Linux. Wine merupakan singkatan dari
Wine Is Not Emulator, bukan Windows
Emulator seperti disangka banyak orang.
12
Tampilan Wine yang diinstal dalam sebuah Linux saat menjalankan program Microsoft Office.
Wine, dengan segala keterbatasannya, terdiri dari sebuah API, yang
kompatibel dengan Microsoft Windows
API. Kemudian juga sebuah library yang
PC Media, 07/2005
disebut Winelib untuk mengimplementasi API. Serta sebuah binary
compability layer yang menjalankan
Windows binary.
FIRST
HARI GINI MASIH SALAH CETAK?
Selamat kalau memang PC Media
menjadi market leader atas media
yang berkecimpung di dunia komputer. Hal ini memang cukup beralasan
karena memang PC Media memiliki
informasi yang cukup lengkap, beragam, dan up-to-date dengan harga
yang terjangkau. Tak kalah menarik,
PC Media juga menyertakan bonus CD
yang cukup berguna (walaupun dengan
isi yang kurang lebih sama di tiap
edisi).
Saya cukup dibuat merasa bingung
untuk memilih satu di antara begitu
banyak majalah sejenis. Maklum, karena
saya memang memiliki dana yang
terbatas untuk membeli informasi yang
beragam. Karena itu, saya selektif
memilih satu yang dirasa berguna. Saya
selalu menghabiskan waktu lama untuk
berdiri di toko untuk memilih dan
memilah, dan anehnya judul-judul pada
cover PC Media selalu menarik minat
saya untuk membaca lebih lanjut,
Bagaimana Menghubungi
Kami?
Kami dengan senang hati menerima pendapat serta saran
Anda. Kirimkan surat/e-mail Anda ke:
SURAT: INBOX, PC Media, Jl. Kramat IV/11 Jakarta Pusat 10430.
E-MAIL: redaksi@pcmedia.co.id
Semua surat/e-mail yang masuk menjadi milik PC Media dan
redaksi berhak menyuntingnya tanpa mengubah maksud serta
tujuan. Kami tidak dapat membalas surat/e-mail Anda secara
individu.
12
INBOX
sehingga saya membawanya ke kasir.
Saya memang memutuskan tidak
berlangganan karena ya itu tadi,
terkait masalah dana.
Tapi sayang seribu sayang, kualitas
majalah pada dua edisi terakhir menyita
perhatian saya. Pada edisi 5, saya
mendapat edisi yang kurang bagus
kualitasnya, yaitu halaman yang mudah
lepas. Dan pada edisi 6, saya mendapati
banyak sekali ceceran tinta di sana-sini
di hampir tiap halaman sehingga
mengurangi kenikmatan dalam membacanya.
Dengan perlakuan yang sama, saya
masih mendapati kualitas pada edisi 4
dan sebelumnya masih terlihat baik.
Walau memang, saya cukup terhibur
mengingat PC Media selalu menyertakan 12 edisi digital PDF setiap
tahunnya.
Reno Ferdian
via E-mail
Terus kenapa PC Media selalu
memberikan “Software Test” yang
sudah pernah dibahas? Terus software-software freeware maupun
lainnya yang diberikan pun sepertinya
itu-itu saja? Saya berlangganan PC
Media dari awal tahun 2004, jadi saya
hafal software-software yang pernah
diberikan. Game gratisannya pun
terlampau kuno dan tradisional sekali
mendingan tidak usah ketimbang tidak
berguna. Kenapa tidak game kecilkecilan trial (kalau yang di game demo
itu bukan game kecil-kecilan) tapi
berbobot sedikit?
Terus, antara PC Mild dan PC Media
kok terasa sama banget sih? PC Mild
terasa seperti PC Media yang di-convert
ke koran dan artikel yang dibahas di PC
Mild umumnya pernah dibahas di PC
Media beberapa edisi sebelumnya.
Sendy Seftiandy
via E-mail
Kami berusaha keras tanpa mengenal
lelah untuk selalu menjalin komunikasi
dengan pihak percetakan agar hasil
cetakan PC Media dapat memuaskan
semua pihak. Faktanya, seperti yang
Anda rasakan, belakangan ini hasilnya
ternyata kurang memuaskan banyak
pihak. Orang seperti Andalah yang
membuat PC Media menjadi market
leader di tengah persaingan ketat media
komputer saat ini, terlalu bodoh rasanya
jika kami mengabaikan kritikan Anda
ini. Dan percayalah, e-mail Anda ini
membuat kami mengambil langkah
yang lebih serius agar kejadian serupa
tidak terulang lagi. Terimakasih atas
perhatiannya dan teriring salam dari
kami semua untuk Anda.—Red.
Jika Anda perhatikan dengan saksama
dari edisi ke edisi yang sebelumnya,
Biztech memang sedang melakukan
improvisasi. Sejak kami ubah, kini
“Biztech” merupakan salah satu rubrik
unggulan PC Media. Sayangnya, pembahasan artikel “Biztech” yang Anda
ikuti kami akui masih belum optimal.
Masukan dari Anda untuk “Biztech”
kami jadikan sebagai masukan berharga. Mengenai freeware, coba deh
Anda perhatikan dengan teliti, kurang
lebih 35 freeware versi terbaru pasti
kami sertakan, ini yang membedakan
kami dengan media sejenis lainnya.
Jika yang Anda maksud adalah isi
Emergency Pack, coba Anda buka PC
Media lama Anda mengenai penjelasannya. Mengenai game gratisan,
mungkin buat Anda tidak berguna,
tapi buat kebanyakan pembaca ini
sangat menghibur mereka. PC Media
dan tabloid PC Mild sama? Sayang, Anda
tidak spesifik menyebut kesamaannya.
Tapi, kami tegaskan bahwa sudut
pandang, rubrikasi, dan layout antara
PC Media dan tabloid PC Mild jelas
berbeda. Dibutuhkan ketelitian tinggi
untuk menilai isi PC Media yang sophisticated, dan kami mengucapkan
terimakasih untuk hal tersebut.—Red.
HUJAN MASUKAN
Setelah membaca “Biztech” pada PC
Media bulan Mei kemarin yang berjudul
“Melintasi Langit Nusantara dengan
Kaleng Susu”, memang saya sudah
membaca artikel ini dari tahun lalu dari
situs-situs hacking, security, dan
blogger dan majalah lain juga pernah
membahasnya, tapi tidak ada satupun
yang dapat membantu saya untuk
menjelaskan secara detail cara dan
biayanya.
PC Media, 07/2005
FIRST
TOP NEWS
PC Brand Lokal
Microsoft Office Baru
Pada pertengahan Mei lalu, Intel Indonesia meluncurkan program partnership dengan 18 pengusaha Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) dari 18 kota di 13
propinsi yang tersebar di Indonesia.
Program yang bertajuk “PC Indonesia
untuk Semua” ini, menurut Singgih
Adwiarto dari Intel Indonesia, dilakukan
setelah melalui riset di 110 kota/
kabupaten di seluruh Indonesia pada
tahun 2004. Dalam riset tersebut, Intel
Indonesia menemukan 4055 UKM bidang
TI dengan kemampuan merakit PC,
notebook dan server dengan kualitas
yang memadai.
Budi Wahyu Jati, Country Manager
Intel Indonesia, mengatakan bahwa
dalam program ini, pihaknya akan
memberikan bantuan teknis dan manajemen serta pengetahuan pendukung
untuk para pengusaha PC brand lokal.
Selain itu, Budi juga menekankan bahwa
program ini bertujuan untuk mendekatkan kesenjangan teknologi, yang
sesuai dengan misi Intel Corporation.
Program partnership ini, memungkinkan UKM lokal di bidang penjualan
komputer untuk memproduksi PC
rakitan dengan brand sendiri. Dengan
dukungan dari Intel Indonesia,
Dalam acara yang juga dihadiri oleh
Menteri Komunikasi dan Informasi
Sofyan Djalil dan Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo)
Hengky Cokro Adiguno ini, penyelenggara juga menyediakan stand
beragam PC brand lokal. Misalnya PC
Wong Qto dari Palembang, PC Bali dari
Bali, PC Bahari dari tegal, PC Keng
Angrok dari Malang, dan lain sebagainya.
Blu-ray Disc 100 GB
Canon Laser Printer
Persaingan HD DVD dan Blu-ray Disc
tampaknya akan semakin seru. Hal ini
terjadi akibat perkembangan Blu-ray
Disc. Versi terbaru Blu-ray Disc
memungkinkan kapasitas penyimpanan
data hingga 100 GB. Kelebihan lainnya,
Blu-ray Disc yang diproduksi TDK ini
dapat merekam dan kecepatan writenya dua kali lipat dari BD-R 50. Blu-ray
Disc ini menggunakan pelapisan Durabis
dari TDK, sehingga memungkinkan
digunakan tanpa cartridge pelindung,
walaupun tetap kurang tahan goresan
dibandingkan dengan DVD. Belum bisa
dipastikan, kapan Blu-ray Disc kapasitas
raksasa ini akan muncul di pasaran.
Canon meluncurkan teknologi yang
disebut Hi-ScoA (Hi-Smart Compression
Architecture). Teknologi ini yang
dikemas dalam Canon LaserShot LBP5200, Canon LaserShot LBP2900 dan
Canon LaserShot LBP3000 ini, memungkinkan para pengguna printer menghemat memory. Sebab, data yang akan
dicetak dikompres dulu sebelum dikirim
ke printer. Teknologi ini juga ditunjang
dengan kemampuan memanfaatkan
tenaga PC untuk memproses data yang
telah dikompres tanpa perlu menunggu
printer memperoleh data lengkap atau
spooling.
LBP5200 merupakan laser printer
berwarna dengan yang khusus didesain
agar hemat tempat bahkan untuk
ruangan kantor kecil. Sedangkan
LBP2900 dan LBP3000 ditujukan untuk
penggunaan di lingkungan SOHO (Small
Office Home Office). Kedua printer ini
bisa dijadikan printer network hanya
dengan menambahkan print server AXIS
1650 yang tersedia opsional.
14
PC Media, 07/2005
Pengguna Office, bersiaplah untuk
melakukan upgrade. Sebab, Microsoft
akhirnya menyebutkan jadwal release
seri Office terbaru.
Office terbaru yang lebih dikenal
dengan sebutan Office 12 ini, menurut
Bill Gates, akan diluncurkan untuk
pasar pada tahun 2006.
Hingga saat ini, Microsoft selalu
merahasiakan Office 12. Pihak Microsoft
hanya merujuk soal tersedianya produk
Longhorn Wave saja. Bill Gates, yang kni
menjabat sebagai Chief Software Architect Microsoft, tidak menyebutkan
kapan kepastian sebenarnya, tapi
spekulasi soal Office 12 kini menjadi
sedikit lebih jelas.
Jika jadi diluncurkan pada tahun
2006, Office 12 akan menjadi seri Office pertama yang di-release dalam tiga
tahun terakhir ini.
Hal lain yang cukup mencolok adalah
perubahan format dokumen yang diolah
menggunakan Office 12. Jika sebelumnya nama file secara default adalah
.doc, .xls atau .ppt, maka akan berubah
menjadi .docx, .xlsx, dan pptx.
Office 12 juga akan menjadikan XML
(eXtensible Markup Language) sebagai
standar baru yang digunakan untuk
transfer data antarprogram dan
komputer yang berbeda.
Saat meluncurkan Microsoft WindowsMobile 5.0 di Las Vegas beberapa
waktu lalu, Bill Gates mengisyaratkan
beberapa pengembangan dalam Office
12. Misalnya pada bagian workflow,
manajemen penjadwalan, kemampuan
sharing, dan bisnis.
Seperti halnya upgrade dalam aplikasi
apapun, Microsoft akan menghadapi
permasalahan pengguna yang menyukai
Office versi lama untuk meng-upgradenya.
TOP NEWS
Telkom-2 Meluncur
Google Summer of Code
Sejak akhir Mei hingga pertengahan
Juni tahun ini, Google membuka
pendaftaran Google Summer of Code.
Sebuah sayembara pembuatan aplikasi
yang sifatnya open source.
Acara ini sengaja bertema “Summer
of Code”, karena dilakukan saat mahasiswa di Amerika sedang menikmati musim
panas, yakni saat bulan Juni. Setelah
para peserta mendaftarkan diri secara
online di http://code.google.com, dan
diterima, maka peserta berhak memperoleh insentif senilai US$500.
Kemudian, karena acara ini juga
melibatkan banyak lembaga open
source sebagai partner, setiap peserta
diwajibkan bekerja sama dengan
lembaga-lembaga tersebut. Lembaga
inilah yang berhak menilai apakah
sebuah karya dinyatakan selesai dan
maju ke babak berikutnya atau belum.
Lembaga-lembaga open source,
selain Google, yang terlibat dalam
kontes ini di antaranya The Python Software Foundation, The Perl Foundation,
The Apache Software Foundation,
Ubuntu Linux, The Mono Project, The
Gnome Foundation, The Wine Project,
serta The Subversion Project.
Anda yang ingin mengikuti kontes ini
namun sudah terlambat, jangan khawatir. Google menyediakan forum diskusi
yang bisa diikuti siapa saja. Anda juga
bisa mempelajari proses dalam kontes
ini melalui forum diskusi di http://
groups-beta.google.com/group/summer-discuss.
Akankah nama Indonesia kembali
harum seperti saat Google Code Jam
Contest? Semoga lahir kembali Ardian
K. Poernomo dan Pascal Alfadian baru.
D-Link Luncurkan Router untuk Gamer
D-Link, salah satu produsen perangkat
network besar di dunia, meluncurkan
D-Link GamerLounge. Sebuah wireless
router yang dilengkapi dengan empat
buah port ethernet Gigabit 1000 Mbps.
Router ini juga memiliki kemampuan
koneksi wireless 802.11g.
Ini merupakan produk pertama yang
didedikasikan untuk keperluan game.
Karena itu, hampir semua fitur ditujukan
untuk kepuasan pemain game,
khususnya game online. Dengan menggunakan teknologi yang disebut GameFuel dari D-Link, router ini dapat
mengurangi jeda atau lag saat permainan berlangsung. Dengan demikian,
para pengguna dapat membangun
sebuah jaringan permainan dengan
unjuk kerja yang baik dengan kecepatan
wired dan wireless tercepat yang ada,
semuanya dari satu peranti broadband.Teknologi GameFuel sendiri adalah
sebuah engine baru untuk pemrosesan
paket yang menyatu langsung di dalam
router.
FIRST
GamerLounge ini bisa dioptimasikan
dengan game yang berjalan di PC, Xbox,
dan PlayStation. Router ini memungkinkan pengaturan port atau beberapa
port sekaligus secara mudah. Kemudahan ini bisa dicapai karena pengaturan router ini interface-nya berbasis
web.
Untuk jaminan keamanan bagi penggunanya, D-link melengkapi juga router
ini dengan standar network security.
Seperti WEP encryption dan Wi-Fi Protected Access (WPA). Diperkirakan,
produk ini akan beredar di pasaran pada
Juni tahun ini.
PC Media, 07/2005
Setelah tertunda tiga kali, PT
Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.
memastikan bahwa peluncuran satelit
komunikasi Telkom-2 akan dilaksanakan
pertengahan bulan Juni ini.
Jadwal peluncuran senilai US$160
juta ini masih menunggu kepastian copassenger atau penumpang tambahan
berupa satelit milik Departemen
Pertahanan Prancis. Peluncuran tetap
dilakukan oleh Arianespace dari Tanjung
Kourou Guyana Prancis, dan menelan
biaya sebesar US$62,9 juta.
Satelit Telkom-2 buatan Orbital Sciences Corporation AS itu, bakal
menggantikan Palapa B-4 yang telah
habis masa edarnya. Bahkan, semestinya
Palapa B-4 sudah habis masa edarnya 4
tahun silam. Masa edar Telkom-2 sendiri
sekitar sekitar 15 tahun, belum termasuk konpensasi keterlambatan
peluncuran.
Satelit dengan 24 transfonder ini
akan digunakan untuk melayani pelanggan dan kebutuhan internal Telkom
serta persiapan backbone di Indonesia
Timur. Beberapa penyewa satelit Telkom
di antaranya adalah kalangan perbankan
dan stasiun televisi. Di samping itu,
satelit Telkom-2 ini, akan digunakan
untuk SLJJ dan layanan Telkom Flexi.
Beberapa link Palapa B-4 sejak
Februari 2005 telah dipindahkan ke
satelit China Star dan Telkom 1 sebelum
nanti dipindah kembali ke Telkom-2.
Satelit Telkom-2 ini, juga ditujukan
untuk menjangkau pasar regional. Posisi
Telkom-2 pada 118 derajat lintang timur
bisa memperbesar cakupan Telkom di
kawasan Indonesia bagian barat, Asia
Selatan, dan daratan India.
15
FIRST
Anti-phising pada
Firefox
SECURITY
Jejak Hyperthreading
Menyadari kemungkinan serangan
anti-phising, Firefox memberikan
alternatif penanggulangannya berupa
sebuah anti-phising toolbar. Penambahan toolbar ini mirip dengan apa yang
dilakukan Internet Explorer akhir tahun
lalu. Toolbar tambahan dari Firefox ini
akan mampu menangkal lebih dari 7.000
phising site. Plug-ins ini merupakan hasil
kerja sama dengan Netcraft. Toolbar
Comunity. Selain fungsi utamanya
sebagai anti-phising, toolbar tambahan
ini juga dapat mencegah pop up window.
Pada sebuah simulasi spy yang terinstal
pada server, terbentuk semacam
rekaman “jejak pada cache” saat cryptographic dengan OpenSSL berjalan.
Jejak ini dapat meninggalkan informasi
penting yang dapat dimanfaatkan untuk
membuka password. Ini hanya terjadi,
jika sistem mengaktifkan hyperthreading. Kali pertama hal ini diketemukan
oleh Colin Percival, pada Oktober 2004
lalu. Pihak Intel menyatakan bahwa
risiko keamanan ini sangat rendah. Dan
kelemahan ini tidak hanya dimiliki oleh
teknologi Hyperthreading. Meski
demikian, update Windows dan Linux
mendatang memperbaiki hal ini.
Microsoft Antivirus?
Kelemahan Device Driver
Pertengahan Mei lalu, Microsoft
mengumumkan akan masuk dalam pasar
antivirus di tahun 2006 mendatang.
Sebelumnya, Microsoft telah mengembangkan aplikasi Microsoft AntiSpyware.
Meskipun masih dalam versi Beta,
namun keberadaan anti-spyware Ini
merupakan salah satu langkah Microsoft menuju lisensi Windows XP Secure
Edition, yang kelak dijual berbasis annual.
Windows XP Secure Edition nanti,
tidak hanya disertai dengan antivirus
dan anti-spyware, juga update dan upgrade secara berkesinambungan.
Beberapa kelemahan security sebuah
sistem dapat saja terjadi dari device
driver yang digunakan. Hal ini tidak
hanya dirasakan oleh pengguna operating system Windows. Bahkan dengan kernel Linux 2.6.9 pun, setengah dari vulnerability disebabkan dari device driver.
Hal ini sangat mungkin terjadi karena
banyak pemrogram device driver bukan
berasal dari kalangan core programer,
ataupun dari pihak operating system
sendiri. Mereka kebanyakan bekerja
pada vendor produsen komponen hardware PC.
Kelemahan pada device driver
sebetulnya bisa lebih berbahaya jika
dibandingkan kelemahan dari sebuah
aplikasi. Sebab dari sini, dimungkinkan
untuk langsung menyerang kernel. Yang
artinya langsung dapat mengakses direct memory access (DMA), system
memory, dan seterusnya.
Sebagai penanggulangannya, pada
update Windows XP Service Pack 2 juga
termasuk dengan yang disebut Data
16
PC Media, 07/2005
Segera Update
Sophos 5.01
Pengguna antivirus Sophos, khususnya yang masih menggunakan engine
versi 3.93 dan sebelumnya, disarankan
untuk meng-update antivirus-nya ke
engine terbaru 5.01.
Hal ini sangat disarankan, setelah
ditemukan kelemahan fatal pada versi
terdahulu. Pada versi sebelumnya,
terdapat sebuah virus yang berasal dari
sebuah mailing list. Virus ini mampu
bersembunyi dan tidak terdeteksi oleh
antivirus Sophos.
Bahayanya, virus ini mampu beraksi
ketika sistem reboot dan mulai bekerja
sebelum fungsi antivirus dijalankan operating system. Sehingga sering kali lolos
dari pemindaian antivirus yang baru aktif
setelah operating system berjalan.
Execution Prevention (DEP).
Sedangkan dari pihak pembuat driver,
mereka juga melakukan tindakan
preventif. Seperti yang antara lain
dilakukan oleh nVIDIA. Dengan melakukan serangkaian security check
dalam tahap development, dengan
menggunakan 3rd-party auditing.
Sebaiknya hal ini perlu diperhatikan.
terutama untuk driver perangkat
komunikasi, seperti komponen networking, wireless, dan Bluetooth driver.
FIRST
Netscape Browser 8.0
Nescape akhirnya meluncurkan
browser terbarunya, yaitu Nescape
Browser 8.0. Versi terbaru ini memberikan beberapa fitur tambahan. Fitur
yang ditambahkan antara lain Site Control, yang memungkinkan browser
mengindentifikasikan keamanan sebuah
situs dan MultiBar yang menggabungkan
beberapa shortcut alamat situs dalam
sebuah toolbar. Ada juga fitur tabbed
browsing, auto fill, dan live content history. Pada browser ini, Nescape tetap
mengunakan engine Mozilla Firefox 1.0.
NEW SOFTWARE
BurnInTest Professional
4.0 Build 1025
BySoft InternetPal
3.1.2.147
Gunakan BurnInTest Professional 4.0
Build 1025 untuk mengetahui performa
dan kinerja komputer Anda. Komponenkomponen yang diuji software ini adalah
processor, memory, video card, harddisk, network card, optical drive, sound
card, dan USB port. Dengan mengetahui
kestabilan dan kemampuan dari sistem
Anda, maka akan dengan nyaman menggunakan komputer Anda.
Software ini bisa dengan mudah
melakukan monitoring panggilan dan
mendeteksi tipe koneksi yang dilakukan.
Program ini berjalan menampilkan icon
di system tray dan menyimpan semua
detail informasi ke dalam log file. Selain
itu, semua informasi juga dapat ditampilkan dalam format grafis. Meliputi statistic jumlah koneksi upload, download,
connection speed, average transfer
rate, cost, dan online time.
Netscape Browser 8.0: www.nescape.com
BurnInTest Professional 4.0 Build 1025:
www.passmark.com
Winamp 5 Full 5.091
Final
Error Messages for
Windows 2.9
Versi terbaruWinmap, yaitu Winamp
5 Full 5.091 Final diluncurkan dengan
penambahan fitur-fitur baru. Di antaranya DRM WMA dan Non-DRM WMA
Playback supports. Termasuk perbaikan
fungsi drag and drop pada playlist editor, multi-monitor full screen video,
media library, dan Windows media scanning errors. Winamp dikenal memiliki
kemampuan cukup baik dalam memainkan berbagai format audio dan video.
Pengguna Windows sering mendapatkan sebuah pesan kesalahan (error
message) yang diikuti dengan sebuah
kode. Tak banyak user yang mengetahui
arti dari kode tersebut. Untuk menerjemahkan kode itu, gunakan Error Messages For Windows 2.9. Anda cukup
memasukan kode angka yang dimaksud,
maka software ini akan langsung
menjelaskan artinya.
Winamp 5 Full 5.091 Final: www.nullsoft.com
18
Error
Messages
www.gregorybraun.com
For
Windows
PC Media, 07/2005
BySoft InternetPal 3.1.2.147: www.bysoft.com
Magic Utilities 2005 3.50
2.9:
Software ini bisa membantu untuk
menjaga komputer selalu bersih dari
file-file sampah, dan menjadikan PC
lebih stabil. Pada aplikasi ini dilengkapi
dengan Uninstaller Plus, StartUp Organizer, dan Process Killer.
Dengan Uninstaller Plus, Anda dengan
mudah dapat membuang beberapa
aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan.
Sedangkan StartUp Organizer, berfungsi
mengatur aplikasi yang berjalan saat
komputer dinyalakan. Tampilannya yang
user friendly sangat memudahkan user.
Magic Utilities 2005 3.50: www.magictweak.com
FIRST
NEW HARDWARE
Acer Aspire 3000 dengan Communicator Versi LG Kodak Easy Share Printer
LG Electronics meluncurkan commuMobile AMD Sempron
Dock Plus
nicator versi LG. Produk ini telah
PT Acer Indonesia meluncurkan Aspire
3000. Kelebihannya adalah penggunaan
processor Mobile AMD Sempron. Keberadaan processor ini ditunjang Enhanced
Virus Protection, AMD PowerNow!
Technology, dan 3DNow! Professional.
Menurut Marketing Manager PT Acer
Indonesia, Reinhart Poli, peluncuran ini
didasari bahwa notebook dengan harga
terjangkau sangat diminati masyarakat.
Acer Aspire 3000 berbasis Mobile AMD Sempron:
www.canon.com
mendukung implementasi teknologi 3G
dengan jaringan CDMA EV-DO wireless
data connection.
Ponsel yang dilengkapi dengan layar
sentuh ini, mampu menampilkan gambar
hingga 260 ribu warna. Selain itu,
dilengkapi pula dengan kamera beresolusi 0,3 megapixel, dan speaker
besar yang terdapat di samping layar
untuk men-support fitur multimedia
yang ada, seperti MP3 dan video player.
Communicator Versi LG : id.lge.com
Kodak memperkenalkan Kodak Easy
Share Printer Dock Plus. Model ini cepat
dan efisien untuk menghasilkan foto
dengan berbagai ukuran dari berbagai
sumber digital. Dan bisa mencetak foto
dari kamera ponsel secara langsung via
infrared dan bluetooth, serta mencetak
dari berbagai jenis memory card tanpa
menggunakan PC. Semuanya berkat
adanya interface infrared (IrDA), Kodak
wireless USB Bluetooth Adapter, dan
card reader.
Kodak Easy Share Printer Dock Plus: www.kodak.com
Toshiba Qosmio Series
Microsoft Luncurkan Xbox 360
Kembali Toshiba meluncurkan tiga
Qosmio series terbaru, yaitu E10, F10,
dan G20, notebook terbaru yang
didukung oleh teknologi Intel® Centrino
dengan spesifikasi sebagai berikut:
Intel® Pentium® M processor 735/745/
760 (1.70/1.80/2.0 GHz, 2 MB L2 Cache
400/533 MHz FSB). Graphic card
NVIDIA® GeForce Go5200/5700/6600,
64MB-4x AGP bus/128MB-PCI Express
x16. Integrated Bluetooth Wireless Communication, built in TV Tuner dan
tambahan fitur QosmioEngine, yang akan
memaksimalkan tampilan warna pada
Toshiba Clear Superview LCD akan
memberikan pengalaman Mobile Digital
Entertainment yang berbeda.
Para gamers tentunya sudah tidak sabar
menunggu kehadiran inovasi terbaru di
dunia gaming dan entertainment. Dengan
konsep yang mantap, Microsoft baru saja
mengumumkan dan memberikan gambaran produk ini pada pesta perayaan
Televised Unveiling of the Xbox 360™.
Dengan tiga inti PowerPC berbasis CPU,
custom designed IBM prosesor, video card
yang menggunakan engine ATI 500 MHz,
20 GB storage media, serta interface USB
2.0.
Untuk Xbox 360, Microsoft menaikkan
RAM sebanyak delapan kali lipat dari Xbox
sebelumnya yaitu 64 MB, menjadi 512 MB/
700 MHz GDDR3 RAM yang tentunya hal
ini akan mempertajam visual, tekstur yang
jauh lebih bersih, dan gambar lebih detail. Xbox 360 juga menonjolkan fitur digital entertainment, dengan 2x DVD-ROM
drive yang mampu membaca segala optical media format, seperti DVD-Video, DVDROM, DVD-R/RW, DVD+R/RW, CD-DA, CDROM, CD-R, CD-RW, WMA CD, MP3 CD, dan
JPEG Photo CD, yang mampu melakukan
Toshiba Qosmio Series : www.pc.toshiba-asia.com
20
PC Media, 07/2005
music dan image streaming secara
maksimal. Xbox Gamer Guide juga
merupakan fitur tambahan yang menghubungkan user dengan para user lain, mendownload berbagai musik, video, dan
downloadable content lainnya.
Pengembangan wireless contoller,
juga menarik perhatian karena selain
untuk mengendalikan game yang dijalankan, juga mampu mematikan device
Xbox itu sendiri. Hingga saat ini, proses
penyempurnaan masih berjalan dan
rencananya Xbox 360 akan dilepas ke
pasaran pada akhir tahun ini di daerah
Eropa, Jepang, dan Amerika Utara.
Xbox 360 : www.xbox.com
NEW ACCESSORIES
Gigabyte Bluetooth
GNBTD02
Meski mungil, Gigabyte Bluetooth
GNBTD02 memiliki daya jangkau sekitar
100 meter. Bluetooth versi 1.2 pada
produk ini dipadukan dengan interface
USB 1.1. Selain untuk mengomunikasikan
ponsel dengan komputer, juga bisa
digunakan untuk Basic Image Profile,
menghubungkan komputer dengan
beberapa komponen lainnya. Tentu saja
yang juga memiliki koneksi bluetooth.
Misalnya headset, kamera digital, dan
device lainnya.
Gigabyte Bluetooth GNBTD02: Kontak : Nusantara
Eradata, (021) 601-8218; Harga: US$30
Moisk 221
Meski hanya seukuran ibu jari orang
dewasa, namun produk ini memiliki
kapasitas yang cukup besar, yaitu 256
MB. Interface produk ini sudah menggunakan USB 2.0 sehingga transfer ratenya lebih cepat.
Saat diuji di PC Media dengan menggunakan SisoftSandra 2004, transfer
rate yang diperoleh Moisk 221 cukup
baik. Yakni pada Combined Index 1184
operation(s)/min dan Endurance Factor 11,1.
Sebagai tambahan, produsen juga
menyertakan aplikasi USB DiskSafe Protected. Aplikasi ini berguna utnuk
memberikan sistem keamanan terhadap
data yang tersimpan di dalamnya.
FIRST
Lenox Bluetooth USB
Class 2 Plus
Untuk Anda yang saat ini membutuhkan USB Bluetooth dongle, mungkin
produk ini bisa dijadikan salah satu
bahan pertimbangan. Lenox Bluetooth
USB Class 2 Plus mengunakan standar
Bluetooth v1.1 dan memiliki range 50
meter. Selain itu, bentuk yang dimiliki
oleh produk ini juga cukup kecil dan
dilengkapi dengan lampu indikator yang
akan memberikan tanda jika produk ini
sedang bekerja atau sedang melakukan
transfer data.
Lenox Bluetooth USB Class 2 Plus: Kontak:Lenox Indonesia, (021) 623-07363; Harga: US$16
Moisk 221: Kontak: Ridista, (021) 626-7772; Harga:
Rp269.000
Philips Portable Digital
Sound DGX320
Surecom USB Hub EP-1004 Lexcron USB 2.0 IDE
USB Hub ini tidak lagi menggunakan
Adapter
kabel, sehingga hampir sama dengan
Keunikan produk ini bukan hanya dari
bentuknya, namun pada penggunaan
USB cable sehingga memudahkan
penggunaannya. Cukup ditancapkan
tanpa harus menginstal driver terlebih
dahulu. Selain itu, speaker berukuran
12 (t) x 6 (l) cm ini tidak membutuhkan
power adaptor, sumber daya diperoleh
dari USB. Kualitas speaker ini termasuk
baik di kelas speaker portable, dengan
tweater 0,5 inci dan 2 subwoofer
berukuran 4,9 inci dan 2 inci.
converter. Produk dengan dimensi
53x95x30 mm ini menggunakan USB versi
1.1 dan memiliki transfer data sebesar
12 Mbps untuk full speed dan 1,5 Mbps
utuk low speed.
Dengan menggunakan produk ini, Anda
akan dengan mudah menghubungkan
berbagai komponen yang menggunakan
USB interface ke komputer Anda. Mulai
dari kamera digital, flash disk, keyboard,
mouse, printer, scanner, dan berbagai
peripheral lainnya.
Produk ini bisa menghubungkan
berbagai media storage, mulai harddisk
2,5 inci dan 3,5 inci, CD-ROM, DVD-ROM,
CD-RW/DVDROM COMBO, dan DVD RW ke
PC tanpa membuka casing. Hanya dengan
kabel USB. Pada ujung USB tersebut
terdapat slot IDE untuk harddisk yang bisa
dihubungkan dengan media storage.
Produk ini memiliki power adaptor yang
sama dengan konektor power supply,
sehingga mudah dikoneksikan dengan
berbagai media storage.
Philips Portable Digital Sound DGX320: Kontak:
Atikom, (021) 612-3612; Harga: US$53
Surecom USB Hub EP-1004: Kontak: Asia Raya, (021)
601-8488; Harga: US$7
Lexcron USB 2.0 IDE Adapter: Kontak: Data Pro, (021)
612-5510; Harga: US$10,5
PC Media, 07/2005
21
OPINION
RHENALD KASALI
Riset, Budaya Berorientasi Belajar
Rhenald Kasali
Ketua Program Ilmu
Manajemen—Pasca
Sarjana UI.
Riset merupakan sebuah
kenyataan yang masih
memprihatinkan di
negeri ini. Masalahnya
pun seperti layaknya
benang kusut. Sudah
menjadi rahasia umum
bahwa mahasiswa kita
lebih suka menyerahkan
pekerjaan riset kepada
pihak ketiga.
24
Dalam beberapa tahun belakangan ini, saya beruntung dapat melihat beberapa presentasi
mengenai pemaparan riset teknologi tinggi karya anak bangsa. Kesempatan pertama saya
dapat ketika melihat pemaparan “Super Antenna”, konsep antena supercanggih sebagai
alternatif pengganti antena pemancar konvensional yang dipakai BTS umumnya. Kesempatan
kedua, konsep balon udara sebagai alternatif pengganti fungsi yang selama ini lazim
menggunakan satelit. Hal yang menggelitik hati adalah bagaimana kelanjutan dari kedua
presentasi ini. Dari skala ekonomisnya, kedua hasil riset ini tentunya menawarkan manfaat
ekonomi yang tidak sedikit, baik bagi sang penemu maupun bagi bangsa Indonesia.
Riset merupakan sebuah kenyataan yang masih memprihatinkan di negeri ini. Masalahnya
pun seperti layaknya benang kusut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mahasiswa kita
lebih suka menyerahkan pekerjaan riset kepada pihak ketiga. Alasan yang melatarbelakangi
keputusan ini sangat beragam, dari sistem pendidikan yang dianggap tidak kondusif sampai
kemalasan individual dituding sebagai biang keroknya. Tidak mengherankan apabila lembaga–
lembaga bimbingan skripsi atau statistik tumbuh seperti cendawan di musim hujan.
Demikian juga apabila kita menengok di sisi industri. Banyak industri di Indonesia enggan
untuk menggunakan hasil riset domestik. Alasannya klasik, mulai dari hasil riset yang dinilai
tidak membumi sampai tidak adanya dana untuk membeli hasil riset. Sisi masyarakat pun
sangat memprihatinkan. Penghargaan terhadap hak cipta di negeri ini relatif rendah.
Padahal kita harus sadar, kemampuan riset makin memegang peranan penting dalam
memasuki kompetisi global di abad milenium. Phillip Kotler (2002) menulis, sekarang terjadi
pergeseran dari era aset menjadi era akses. Perusahaan besar saat ini lebih senang berkutat
dengan pengembangan riset dan pemasaran, dengan basis produksi yang diberikan kepada
subkontraktor di dunia ketiga seperti Indonesia. Alasannya sederhana, yaitu efisiensi biaya.
Perusahaan besar tidak lagi perlu pusing dengan segala jenis gangguan dari produksi yang
dapat membebankan biaya di luar perkiraan. Hal ini sudah terlihat seperti di industri
sepatu atau tekstil Indonesia. Kelihatannya kejam, tetapi demikian realitas bisnis saat ini.
Kenyataan ini lebih terasa pada industri teknologi tinggi seperti teknologi informasi
dan telekomunikasi. Langkah Bill Gates diawali dengan riset sederhana di kamar asrama
kampusnya. Yahoo! juga muncul dari riset yang ditujukan untuk penulisan thesis oleh
David Filo dan Jerry Yang. Bahkan konon database pertama Yahoo! dilakukan secara
manual oleh kedua orang ini dengan menggunakan fasilitas Internet di kampusnya.
Riset juga tidak terbatas pada kemampuan individu, melainkan juga pada budaya
berorientasi belajar dari sebuah perusahaan atau organisasi. Hal ini tercermin pada Nokia.
Keberhasilan Nokia menjadi pemimpin pasar akibat budaya organisasi yang tidak pernah
puas dengan keberhasilan yang ada. Riset juga tidak hanya terbatas pada penemuan
teknologi. Sering kali riset juga menghasilkan model–model bisnis baru. Contohnya dapat
dilihat di dalam industri PC. Dahulu PC dijual dalam bentuk sudah jadi tanpa memberi
kesempatan pada konsumen untuk memilih spesifikasi sesuai kebutuhannya. Michael Dell
mengubah paradigma ini melalui penemuan yang ditemukannya dalam riset lapangan. Hasilnya
sangat dasyat, Dell sampai saat ini masih tercatat sebagai salah satu perusahaan penjual
PC terlaris di dunia dan Dell sendiri tidaklah berpuas diri. Saat ini, Dell dikenal juga
dengan penemuannya mengenai metode real-time inventory yang sudah banyak diadopsi
perusahaan–perusahaan dunia, baik sejenis maupun yang bergerak di bidang lain.
PC Media, 07/2005
ZATNI ARBI
OPINION
Program Handset Murah: Akan Berhasilkah?
Zatni Arbi
Pengamat teknologi
informasi.
Asosiasi industri GSM sedunia, GSM Association, punya misi mempercepat pertumbuhan
cakupan jaringan telepon selular di planet bumi ini. Mereka lalu mendorong vendorvendor pembuat handset untuk mengembangkan dan memasarkan model-model yang
harganya sangat murah, khususnya untuk pasar-pasar yang baru mulai tumbuh. Target
mereka adalah handset dengan harga di bawah US$40. Bahkan, sesudah itu, harga handset-handset kelas pemula ini diharapkan bisa turun terus hingga di bawah US$30.
Jalan pikiran mereka sebenarnya sederhana saja. Bila sebuah handset baru dapat
diperoleh dengan US$40 atau sekitar Rp375.000 bila dihitung dengan kurs yang berlaku
saat ini, akan semakin banyak orang yang mampu membelinya termasuk di desa dan daerah
pedalaman. Apalagi kalau nanti harganya benar-benar telah sampai di bawah US$30 atau
sekitar Rp280.000. Model-model ini tidak perlu dilengkapi fitur-fitur canggih. Soalnya,
diperkirakan bahwa mayoritas pemakai hanya memerlukannya untuk sambungan suara.
Handset-handset ini juga diperkirakan akan menjadi alternatif bagi telepon kabel,
yang membutuhkan investasi berlipat kali lebih besar daripada jaringan ponsel.
Bukanlah Sekadar Impian
Harapan Asosiasi GSM ini ternyata mendapat respon positif dari vendor handset Motorola.
Menurut laporan Informa Telecoms & Media, Motorola C115 yang termurah di tiga negara—
Cina, India, dan Indonesia. Di Indonesa, menurut laporan mereka, Motorola C115 ini termurah
dengan harga hanya US$49.52. Di India, harganya sedikit lebih mahal, yaitu US$57.50. Di
Cina, Motorola C201 menjadi handset ketiga termurah dengan harga US$67.15, sementara
yang benar-benar paling murah di sana adalah Xelibri2 dari Siemens yang harganya US$61.71.
Harga-harga ini adalah harga-harga bulan Maret yang lalu dan saya terima akhir bulan
Mei. Sebagai bagian dari program Emerging Market Handsets (EMH), Asosiasi GSM memang
telah menugaskan Motorola untuk mendistribusikan sekitar 6 juta ponsel sangat murah
untuk tahun 2005 ini saja. Pembuat handset lainnya dari Asia—terutama Cina—tentu juga
mengincar segmen kelas pemula ini. Tidak sulit membayangkan bahwa nanti akan ada
banyak pilihan. Belum lagi handset-handset bekas, karena orang-orang kota yang berduit
rata-rata mengganti handset mereka sekali setiap 18 bulan.
Namun, perlu diingat bahwa harga ponsel yang sangat terjangkau hanyalah satu
faktor yang dapat membantu mempercepat perluasan jaringan ponsel. Orang bisa saja
punya dua atau tiga ponsel di kantongnya, tetapi kalau mereka tidak sanggup membayar
biaya pulsa, ketiga ponsel di kantong hanya akan jadi barang mainan saja.
Biaya pulsa yang lebih fleksibel jelas dibutuhkan untuk mempercepat perluasan
cakupan layanan. Biaya pemakaian yang lebih rendah di daerah yang kurang mampu
adalah faktor yang lebih menentukan dibandingkan harga handset yang murah.
Dampak telekomunikasi pada percepatan pertumbuhan perekonomian tidak perlu
diragukan lagi. Tetapi kalau operator jaringan ponsel di daerah tidak bisa lebih bersabar
dan mau menunggu lebih lama untuk kembalinya investasi mereka dan terus mengejar
peningkatan penerimaan dari masing-masing pelanggan (average revenue per user atau
ARPU), maka akan sulit bagi kita mengharapkan program semacam “ponsel rakyat” ini akan
berhasil mendatangkan perubahan bagi kehidupan orang-orang di desa-desa dan daerah
terpencil di luar pulau Jawa.
PC Media, 07/2005
...harga ponsel yang
sangat terjangkau
hanyalah satu faktor yang
dapat membantu
mempercepat perluasan
jaringan ponsel. Orang
bisa saja punya dua atau
tiga ponsel di kantongnya,
tetapi kalau mereka tidak
sanggup membayar biaya
pulsa, ketiga ponsel di
kantong hanya akan jadi
barang mainan saja.
25
Was this manual useful for you? yes no
Thank you for your participation!

* Your assessment is very important for improving the work of artificial intelligence, which forms the content of this project

Download PDF

advertising