ANALISIS DAN PERANCANGAN GAME EDUKASI
“SEHATNYA SAYUR DAN BUAH”
NASKAH PUBLIKASI
diajukan oleh :
Siska Pramawati
07.12.2223
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA
2011
ANALYSIS AND DESIGN EDUCATIONAL GAME
"HEALTHY VEGETABLE AND FRUIT”
ANALISIS DAN PERANCANGAN GAME EDUKASI
“SEHATNYA SAYUR DAN BUAH”
Siska Pramawati
Jurusan Sistem Informasi
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ABSTRACT
Educational game is a game that was created to support the learning process of
the players. Educational Game "Good health Vegetables and Fruits" can be played by
anyone, especially by children, because it's games like these can enhance the ability and
knowledge of the players.
Incorporation of multimedia elements in the game makes this game more
attractive and make the player more quickly capture information that would be submitted
through this game. Fill in the information that is in this game itself is an introduction to
children about the benefits of vegetables and fruit for the health of the body. It is expected
that after playing this game they better understand and want to start a healthy lifestyle by
eating lots of fruit and vegetables that would be very useful for their fitness.
In the implementation of the making of this game used some multimedia
processing software like Adobe Photoshop as a graphics processor, Adobe Auditon as
audio processing, and Adobe Flash as the main software used to integrate graphics and
audio files into a single unit intact.
Keywords: Games, Education, Multimedia, Children
1. Pendahuluan
Sedikitnya waktu yang dimiliki membuat kebanyakan orang cnderung memilih
segala sesuatu yang bersifat instan, terutama dalam hal makanan. Jika hal tersebut
dibiarkan terus-menerus dan berlangsung dalam jangka waktu lama maka tak pelak
akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan.
Namun jangan kawatir, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan banyak
makan buah dan sayur, karena memang kandungan buah dan sayur sangat
bermanfaat sekali terhadap tubuh.
Ada baiknya banyak makan buah dan sayur dapat dijadikan sebagai
kebiasaan sehari-hari. Makin dini kebiasaan ini diajarkan maka akan semakin baik
pula efeknya terhadap tubuh, utamanya ketika masih anak-anak.
Ada salah satu cara yang efektif untuk mengajarkan kebiasaan ini kepada
anak-anak, yaitu melalui permainan atau biasa disebut game edukasi.
2. Landasan Teori
2.1. Definisi Game Edukasi
Game yang memiliki content pendidikan lebih dikenal dengan istilah
game edukasi. Game berjenis edukasi ini bertujuan untuk memancing minat
belajar anak terhadap materi pelajaran sambil bermain, sehingga dengan
perasaan senang diharapkan anak bisa lebih mudah memahami materi pelajaran
yang disajikan. Jenis ini sebenarnya lebih mengacu kepada isi dan tujuan game,
bukan jenis yang sesungguhnya.
2.2. Konsep Dasar Multimedia
Definisi dari multimedia, yaitu dengan menempatkannya dalam konteks,
seperti yang dilakukan oleh Hofstetter (2001), multimedia adalah pemanfaatan
komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar
bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang
memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan
berkomunikasi.
2.2.1.
Elemen Utama Multimedia
Terdapat enam elemen utama yang secara umum dipergunakan
dalam program multimedia.
a. Teks
b. Image
c.
Sound
d. Video
e. Animasi
f.
2.2.2.
User Control
Struktur Informasi Multimedia
Terdapat lima cara untuk mendesain aliran aplikasi multimedia,
yaitu menggunakan struktur linier, struktur menu, struktur hirarki, jaringan,
dan hibrid.
a. Struktur Linier
b. Struktur Menu
c.
Struktur Hirarki
d. Struktur Jaringan
e. Struktur Kombinasi (Hibrid)
2.2.3.
Tahapan Pengembangan Sistem Multimedia
Pengembangan sistem multimedia harus mengikuti tahapan
pengembang sebagai berikut : mendefinisikan masalah, studi kelayakan,
melakukan analisis kebutuhan, merancang konsep, merancang isi,
menulis naskah, merancang grafik, memproduksi sistem, melakukan tes
pemakai, menggunakan sistem, dan memelihara sistem.
Profesional
Komunikasi
Spesialis Informasi
Pemakai
Mendefinisikan Masalah
Merancang Konsep
Merancang Isi
Merancang Naskah
Merancang Grafik
Memproduksi Sistem
Mengetes Sistem
Menggunakan
Sistem
Memelihara Sistem
Gambar Rincian Siklus Pengembangan Aplikasi Multimedia oleh Raymon Mc Leod
3. Analisis dan Perancangan Sistem
3.1. Identifikasi Masalah
Terdapat tiga pertanyaan kunci yang harus dijawab, yaitu:
a. Apa masalah yang harus diselesaikan dengan sistem multimedia?
b. Apa penyebab masalah tersebut?
c.
Siapa yang menjadi pengguna akhir sistem?
3.2. Analisis
3.2.1.
Analisis Sitem
Dengan dirancangnya suatu sistem, tentu akan lebih baik lagi jika
sebelumnya telah diketahui kelebihan maupun kekurangan dari sistem
tersebut. Oleh karena itu, dalam hal ini dibutuhkan adanya analisis
sistem untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang apakah sistem
ini nantinya akan sukses di pasaran, dan apa saja hambatan yang akan
dialami. Proses analisis sistem ini biasa disebut dengan analisis SWOT.
3.2.2.
Analisis Kelayakan Sistem
Analisis kelayakan sistem adalah suatu analisis yang akan
digunakan untuk menentukan kemungkinan apakah pengembangan
proyek sistem multimedia layak diteruskan atau dihentikan.
Tabel 3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelayakan Sistem.
No
1.
Faktor-Faktor
Pertanyaan Kunci
Kelayakan
Teknis
Dapatkah
sistem
multimedia
yang
akan
diterapkan,
menggunakan teknologi yang ada?
2.
Ekonomi
Apakah sistem ini menguntungkan secara ekonomi?
3.
Operasional
Dapatkah sistem multimedia ini nantinya akan berjalan
dengan baik?
4.
Hukum
Apakah sistem ini tidak melanggar etika dan hukum?
5.
Strategik
Apakah
mungkin
dengan
sistem multimedia ini
dapat
meningkatkan keunggulan bersaing?
3.3. Perancangan Sistem
3.3.1.
Merancang Konsep
Metode konvensional di dalam proses pembelajaran memang
terkadang dirasa membosankan. Dengan pembuatan game edukasi ini,
diharapkan nantinya proses penyampaian informasi akan lebih mudah
ditangkap oleh end user. Karena dalam game edukasi ini digunakan
konsep dimana di dalamnya dimasukkan perpaduan unsur-unsur penting
multimedia yaitu : teks, video, suara dan gambar sehingga kita dapat
menggunakan hampir semua dari panca indra kita yang tentunya akan
mempermudah kita untuk menangkap informasi yang akan disampaikan.
3.3.2.
Merancang Isi
Game “Sehatnya Sayur dan Buah” ini terdiri dari 3 permainan
yaitu : Game Tebak Nama, Game Puzzle, dan yang terakhir adalah
Game Apa Itu.
Untuk lebih jelasnya, isi dari game ini dituangkan dalam struktur
diagram menu seperti yang tercantum dalam gambar diagram di bawah
ini :
Menu Utama
G. Tebak
Nama
G. Puzzle
G. Apa
Itu
Btn. Exit
Main
Main
Main
Credit
Main
yg
lain
Main
yg
lain
Main
Lagi
Main
Lagi
Main
yg
lain
Main
Lagi
Keluar
Gambar 3.1 Struktur diagram hirarki pada game “Sehatnya Sayur dan Buah”
3.3.3.
Merancang Naskah
Yang
perlu
dilakukan
dalam
merancang
naskah
adalah
menetapkan urutan rangkaian elemen-elemen, kejadian, dan dialog
secara rinci.
3.3.4.
Merancang Grafik
Perancangan grafik dilakukan apabila naskah telah ditulis dan
sesuai dengan urutan game. Dalam perancangan grafik tersebut berisi
rancangan dari grafik-grafik yang akan ditampilkan dalam game. Dalam
pembuatan desain grafik harus disesuaikan dengan tema yang terdapat
dalam game. Peran serta grafik sangat diperlukan dalam game edukasi
agar informasi yang disampaikan kepada pemain dapat dipahami
dengan mudah.
4. Implementasi dan Pembahasan
4.1. Memproduksi Sistem
Dalam proses produksi aplikasi ini digunakan beberapa software
pengolah multimedia, diantaranya yaitu Adobe Photoshop sebagai pengolah
grafik, Adobe Audition sebagai pengolah audio, dan yang terakhir adalah Adobe
Flash sebagai software utama yang mengintegrasikan elemen multimedia di
dalamnya.
Gambar 4.34 Menu utama di halaman intro
Gambar 4.35 Tampilan Game Tebak Nama
Gambar 4.36 Tampilan Game Puzzle
Gambar 4.37 Tampilan Game Apa Itu??
4.2. Melakukan Tes Sistem
Penerapan metode pengetesan dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama
yaitu test yang bersifat umum, yaitu pengujian dilakukan hanya untuk
mengetahui apakah sistem tersebut dapat digunakan atau tidak, sedangkan
tahap yang kedua yaitu kepada user atau pemakai untuk menanggapi aplikasi
multimedia yang baru dibuat.
Tabel 4.1 Spesifikasi Komputer untuk Tes Sistem
No
Perangkat
Jenis
1.
Sistem Operasi
Microsoft Windows XP Service Pack II
2.
Prosessor
AMD Athlon 7750 Dual-Core 2.7GHz
3.
Motherboard
MSI KA780
4.
VGA Card
ATI Radeon HD 3800 Series
5.
Sound Card
Realtek
6.
RAM
4 GB
7.
Harddisk
320 GB
8.
Monitor
LCD 19”
9.
Speaker
Simbadda CST 6800n
10.
CD ROM
Asus
11.
Keyboard dan Mouse
Sturdy
Tabel 4.2 Hasil Tes Kepada User Menggunakan Kuisioner
No
Presentase Jawaban
Pertanyaan
Ya
Tidak
1.
Apakah aplikasi ini mudah dijalankan?
70%
30%
2.
Apakah anda mengerti alur jalannya aplikasi
85%
15%
menggunakan tombol-tombol yang ada?
3.
Apakah desain aplikasi ini menarik?
60%
40%
4.
Apakah penggunaan audio sudah sesuai dan
65%
35%
80%
20%
80%
20%
90%
10%
mendukung aplikasi ini?
5.
Apakah
informasi
anda
dapat
menangkap
informasi-
yang hendak disampaikan
melalui
aplikasi game ini?
6.
Apakah penggunaan animasi, sound, gambar,
dan teks sudah tepat untuk anak-anak?
7.
Menurut anda, apakah game ini layak untuk
dimainkan oleh anak-anak?
4.3. Menggunakan Sistem
Untuk menjalankan aplikasi ini dapat menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut :
•
Nyalakan komputer dengan memencet tombol power.
•
Setelah komputer menyala, masukkan CD game ke dalam CDROM.
•
Tampilan pertama yang akan muncul adalah menu intro, kemudian akan
masuk ke dalam menu utama.
•
Pilih main untuk langsung memainkan game.
•
Tombol Exit untuk keluar dari game ini.
4.4. Pemeliharaan Sistem
Tahap pemeliharaan sistem sangat penting guna menjaga agar aplikasi
dapat berjalan sesuai dengan kondisi semula. Tiga komponen penting yang
harus dijaga adalah hardware, software, dan CD.
5. Kesimpulan
Berdasarkan analisis, perancangan, implementasi dan pembahasan yang
telah dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
•
Game “Sehatnya Sayur dan Buah” ini pas dimainkan oleh anak-anak
yang memang dikisaran usia mereka sedang aktif belajar, sehingga
mereka dapat memainkan game ini sekaligus belajar. Namun tidak
menutup kemungkinan game ini dapat dimainkan oleh siapa saja.
•
Dengan gambar yang sederhana namun menggemaskan, musik untuk
anak-anak, dan game yang bersifat edukatif, tentunya game ini dapat
menghibur sekaligus sebagai media pembelajaran bagi anak-anak yang
memainkannya.
•
Beragam analisis yang telah diuraikan di bab III membuktikan bahwa
game ini layak untuk dibuat, dan juga dari hasil kuisioner yang telah
diuraikan di bab IV dapat diambil kesimpulan bahwa game ini layak untuk
dimainkan oleh anak-anak.
Tabel Hasil Analisis Kelayakan Ekonomi
No
Metode
1
Payback Period
2
Return On Investment
3
Net Present Value
Hasil
Syarat
Kelayakan
1th, 2bl, 21hr
< 2th
Layak
87,26%
> 0%
Layak
Rp 1.490.240
>0
Layak
DAFTAR PUSTAKA
Al Fatta, Hanif. 2007.“Analisis dan Perancangan Sistem Informasi”, Yogyakarta :
Andi Offset.
Anonim. 2006. “Modul1 Multimedia. Yogyakarta” : Prodi Teknik Informatika
STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Anonim. 2006. “Modul5 Komputer Grafis”. Yogyakarta : Prodi Sistem Informasi.
STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Anonim. 2007. “Tutorial 5 Hari Mengolah Sound dengan Adobe Audition 2.0”.
Yogyakarta : Andi Offset.
Hidayatullah, Priyanto, dkk. 2008. “Making Educational Animation Using Flash”.
Bandung : Informatika.
http://www.ayusafitri89.blogspot.com, diakses per tanggal 1 Januari 2011.
http://www.bi.go.id per bulan Januari 2011
http://www.cahsiliran.blogspot.com, diakses per tanggal 1 Januari 2011.
http://www.m-edukasi.net, diakses per tanggal 1 Januari 2011.
Kusrianto, Adi. 2007. “Pengantar Desain Komunikasi Visual”. Yogyakarta :
Andi Offset.
Putriyanti, Dian, dkk. 2009. “100% Cantik, Rahasia di Balik Buah dan Sayur”.
Yogyakarta : Best Publisher.
Sekarindah, Titi. 2008. “Terapi Jus Buah dan Sayur”. Cetakan VI:Jakarta.
Suyanto, M. 2005. “Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing”.
Yogyakarta : Andi Offset.
Suyanto, M. 2004. “Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran”.
Yogyakarta : Andi Offset.
Yoga. 2004. “Desain Kreatif dengan Adobe Photoshop CS”. Jakarta : PT. Elex
Media Komputindo.