xi DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Grafik pertumbuhan

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Grafik pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang di pantau mulai tahun 2009-­‐2012 menurut majalah business week no 38/23 Desember 2010 – 2 Januari 2011 (Sumber : Modifikasi dari majalah business week no 38/23 Desember 2010 – 2 januari 2011) 1 Gambar 1.2 Halaman buku panduan Visi 2030 Organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Menuju Negara Industri Maju dan Bangsa Niaga Tangguh (Sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Pengumuman/2010/rakornas/K
ADIN.pdf) 2 Gambar 1.3 Sepuluh Klaster Industri Unggulan Pada Halaman Buku Panduan Visi 2030 Organisasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Menuju Negara Industri Maju dan Bangsa Niaga Tangguh (Sumber : http://www.ristek.go.id/file/upload/Pengumuman/2010/rakornas/KADIN
.pdf) 2 Gambar 1.4 Logo Pioneer (produsen audio) (sumber : www.pioneerelectronics.ca) 3 Gambar 1.5 Print ads Cinemax Polytron, sertifikat top brand, piala top brand (Sumber : www.polytron.co.id) 4 Gambar 1.6 contoh Home theatre 5 Gambar 1.7 Suasana pergedungan apartemen di Jakarta (sumber: http://www.wartaekonomi.co.id/foto_berita/thumb_1/thumb_Deret
an%20Gedung%20Bertingkat,%20Apartemen%20Jakarta%202%20(SY
).jpg) 6 xi Gambar 1.8 Interior Bioskop cinema 21 (Sumber : www.skyscraper.com) 7 Gambar 1.9 Home Theatre Entertainment system Interior (Sumber : www.pocket-­‐lint.com) 8 Gambar 1.10 Logo POLYTRON (Sumber: www.polytron.co.id) 8 Gambar 1.11 POLYTRON BIGBEN sebagai awal kemunculan home entertainment system (Sumber : www.polytron.co.id) 9 Gambar 1.12 Produk-­‐produk Polytron Home theatre dan poster advertising (sumber: www.polytron.co.id) 10 Gambar 1.13 Polytron PHT922L (Sumber: www.polytron.co.id) 11 Gambar 1.14 Sharp Neo Qwanza 2012 (Sumber : www.sharp_indonesia.com) 12 Gambar 1.15 Samsung HT-­‐E455K (Sumber : www.samsung.com) 13 Gambar 1.16 LG Home Theatre DH6320H (Sumber : www.lg.com/id) 14 Gambar 1.17 Panasonic SC-­‐XH185 (Sumber : www.panasonic.co.id) 14 Gambar 1.18 SONY DVD Home Theatre DAVTZ715 (sumber : 15 www.sony.co.id) Gambar 1.19 Philips Soundbar (sumber: www.phillips.co.id) 16 Gambar 1.20 LG BH9520TW (Sumber: www.lg.com/id) 16 Gambar 1.21 System kerja 3D sound speaker (Sumber: www.lg.com/id) 17 Gambar 1.22 Philips Micro HIFI (sumber: www.bigw.com.au) 17 Gambar 2.1 Bowers and Wilkins PV subwoofer (sumber : http://www.bowers-­‐wilkins.com/) 21 Gambar 2.2 Bowers and Wilkins PV subwoofer morfologi (sumber : http://www.bowers-­‐wilkins.com/) xii 21 Gambar 2.3 Shape vector B&W PV subwoofer (sumber : http://www.bowers-­‐wilkins.com) 22 Gambar 2.5 KEF blade Loudspeaker (sumber : http://www.kef.com/html/gb/showroom/flagship_hi-­‐
fi_series/blade/overview/) 23 Gambar 2.4 Beolab 4000 varian (sumber : http://www.bang-­‐
olufsen.com/en) 23 Gambar 2.6 KEF blade Morfologi (sumber : www.kef.com) 24 Gambar 2.7 Bowers and Wilkins Mini Theatre M-­‐1 (sumber : http://www.bowers-­‐wilkins.com/) 25 Gambar 2.8 B&W M1 morfologi (sumber: studi pribadi) 25 Gambar 2.9 B&W hand bracket speaker (sumber : http://www.bowers-­‐
wilkins.com/) 26 Gambar 2.10 Samsung Home Theatre HT-­‐ES455K (sumber : www.samsung.com) 26 Gambar 2.11 front speaker become soundbar HT-­‐ES455K (sumber : www.samsung.com) 27 Gambar 2.12 Harman Kardon HKTS16WQ (sumber : www.harmankardon.com) 28 Gambar 2.13 Harman Kardon speaker detail (sumber : studi pribadi) 28 Gambar 2.14 YSP-­‐5100 Digital Sound Projector (sumber : http://usa.yamaha.com/) 29 Gambar 2.15 Yamaha Sound Projector konfigurasi (sumber : YSP-­‐5100 Manual) 29 Gambar 2.16 Konfigurasi 5.1 channel surround system (sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) xiii 31 Gambar 2.17 Floorstanding speaker Polytron home theatre (Sumber : www.polytron.co.id) 32 Gambar 2.18 Bookshelf speaker (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 33 Gambar 2.19 Subwoofer speaker (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 34 ambar 2.20 Arah pantulan suara karena efek akustik (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 35 Gambar 2.21 Perbedaan refleksi,absorpsi dan difusi (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 37 Gambar 2.22 Gelombang tegak ketika suara direfleksikan (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 37 Gambar 2.23 model resonansi ruangan (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 38 Gambar 2.24 Pengaruh jarak terhadap resonansi (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 40 Gambar 2.25 Tabel Hubungan mode terhadap frekuensi yang akan dikuatkan (Sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 40 Gambar 2.26 Tabel Perbandingan tinggi,lebar,dan panjang ruangan (sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) 41 Gambar 2.27 Tabel Tingkat absorpsi/refleksi terhadap variasi frekuensi (sumber : direktorat pembinaan SMK 2008) Gambar 2.28 Tingkat suara SPL (sumber : www.digilib.petra.ac.id) Gambar 2.29 reverbation time (sumber : direktorat pembinaan SMK xiv 42 43 2008) 47 Gambar 2.30 Model sebuah proses dari inovasi menurut marquis 50 Gambar 2.31 psychology of color for Interior (sumber : http://psychology.about.com/od/sensationandperception/) 51 Gambar 2.32 psychology of color for brand (sumber : http://psychology.about.com/od/sensationandperception/) 52 Gambar 2.33 Antropometri Visibilitas Manusia 53 Gambar 2.34 Antropometri Visibilitas Manusia 53 Gambar 2.35 Pengertian lampu indikator berdasarkan antropometri 54 Gambar 2.36 antropometri manusia duduk 55 Gambar 2.37 Ukuran-­‐ukuran tombol berdasarkan Antropometri 56 Gambar 3.1 Metode Perancangan 64 Gambar 4.1 Pencarian target user 80 Gambar 4.2 Positioning 82 Gambar 4.3 Objective tree 84 Gambar 4.4 Denah tipe kamar 2 bedroom (sumber: http://www.metro-­‐
cosmo.com/metrocosmo/cosmo_buy_rent.php) 85 Gambar 4.5 denah tipe kamar 3 bedroom (sumber: http://www.metro-­‐
cosmo.com/metrocosmo/cosmo_buy_rent.php) 85 Gambar 4.6 konfigurasi ruang living room apartemen 86 Gambar 4.7 denah tipe kamar studio (sumber: http://www.metro-­‐
cosmo.com/metrocosmo/cosmo_buy_rent.php) 87 Gambar 4.8 Konfigurasi ruang TV apartemen tipe kamar studio 88 Gambar 4.9 center speaker, 4 satellite speaker, subwoofer, player. 88 xv Gambar 4.10 konfigurasi speaker pada living room tipe 2 dan 3 bedroom 89 Gambar 4.11 konfigurasi speaker pada living room tipe studio 90 Gambar 4.12 Polytron Home Theatre (Sumber: www.polytron.co.id) 91 Gambar 4.13 Color associations 92 Gambar 4.14 Image board warna 93 Gambar 4.15 Antropometri Visibilitas Manusia 94 Gambar 4.16 Pengertian lampu indikator berdasarkan ergonomic 94 Gambar 4.17 Ukuran-­‐ukuran tombol berdasarkan Antropometri 95 Gambar 4.18 Ukuran tinggi floorstand speaker berdasarkan Antropometri 95 Gambar 4.19 Bracket pada floorstand untuk speaker 97 Gambar 4.20 macam bracket wallmount pada dinding 97 Gambar 4.21 Balljoint untuk bracket pada speaker 98 Gambar 4.22 Fastener type chart 99 Gambar 4.23 standart metric screw sizes 100 Gambar 4.24 socket button head size chart 101 Gambar 4.25 Goal Polytron 102 xvi 
Download PDF
Similar pages